Kediri ,gardapublik.co – Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri Raya menggelar acara halal bi halal dengan para pengurus di Wisata Edukasi Kampung Labu Madu Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri berjalan penuh keakraban dan kekeluargaan, lancar dan sukses, Kamis (16/4/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam acara ini tidak hanya halal bi halal, kesempatan silaturahmi ini juga menjadi momen kolaborasi pihak PHRI dan Badan Pusat Statistik ( BPS ) baik kabupaten maupun kota Kediri sebagai ajang silaturahmi pasca Idul Fitri sekaligus khususnya melakukan sosialisasi menyampaikan tentang sensus ekonomi 2026 guna memperkuat senergi data.
BPS menyampaikan bahwasannya sebagai titik pointnya kegiatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi antara pelaku usaha Hotel dan restoran dengan Pemerintah Daerah untuk akurasi data ekonomi, mendukung pertumbuhan ekonomi dan memvalidasi pertumbuhan disektor pariwisata serta fokus pada peningkatan Tingkat Penghunian Kamar ( TPK ) atau akurasi data hunian hotel /restoran guna menyukseskan pendataan ekonomi yang akurat.
Hadir langsung Ketua BPC PHRI Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati (akrab disapa bunda Yayuk) dan jajaran pengurus, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri ( Bambang Priambodo S.H, M.M ), Ketua UMKM kabupaten Kediri ( Gatot Siswanto ), BPS kabupaten/kota, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja ( LPK ) Neptune , serta beberapa undangan terkait.
Dalam kesempatan silaturahmi ini, Kepala DISBUDPARPORA Kediri Kota menyampaikan dan memberikan attensi penuh apresiasi kepada PHRI Kediri Raya yang mengelar halal bi halal dan kolaborasi dengan BPS guna menyampaikan sosialisasi tentang sensus ekonomi 2026, dengan melaksanakan kolaborasi ini untuk memaparkan manfaat dan tujuan sensus ekonomi 2026 kepada pengurus dan anggota PHRI Kediri Raya.
“Tentunya acara ini menjadi ajang untuk silaturahmi serta penguatan kolaborasi dalam meningkatkan pariwisata di Jawa timur khususnya Kediri Raya,” tegas Bambang Priambodo, beliau juga memberikan arahan arahan terkait event event di dalam pemerintahan kota Kediri kedepannya, pihaknya tetap komit dalam meningkatkan pariwisata di Kediri raya, tambahnya.
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kediri Raya, Bunda Yayuk menyampaikan, Kegiatan halal bi halal serta sosialisasi tentang sensus ekonomi adalah untuk memperkuat serta membangun semangat kolaborasi pelaku usaha perhotelan dan restoran dengan pemerintah kota Kediri.
“Kegiatan ini bukan saja hanya halal bi halal dan silaturahmi, tetapi meningkatkan sinergi PHRI dan Pemerintah Daerah dalam membangun sektor pariwisata di wilayah Kediri, kita berharap kepada pelaku usaha Hotel dan Restoran dan usaha UMKM dapat memahami pentingnya partisipasi dalam rangka menyongsong sensus ekonomi ditahun 2026,” ungkap Bunda Yayuk.
” Kolaborasi ini bertujuan untuk pemetaan Data Ekonomi secara komprehensif, khususnya dalam menyongsong Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026 ) sektor Hotel dan Restoran, selain itu juga memperkuat komunikasi antara pelaku usaha UMKM, Hotel/ restoran dan BPS Kediri dalam penyediaan data yang riil, akurat dan optimal yang nantinya akan digunakan Pemerintah Daerah terkait kebijakan disektor pariwisata dan sektor ekonomi”, ungkap Bunda Yayuk.
Ketua UMKM Kabupaten Kediri ( Gatot Siswanto ) yang juga menjadi owner Pusat Oleh Oleh Tahu GTT menambahkan dan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara Halal BI halal ini, beliau mendukung penuh atas kolaborasi BPS Kediri dengan pelaku usaha UMKM.
” Acara ini menjadi langkah strategis mendukung pengembangan UMKM sektor kuliner lokal melalui data akurat dan kolaborasi nyata, pendataan akurat dari BPS sebagai acuan perencanaan pembangunan ekonomi sehingga mewujudkan UMKM yang tangguh, berbasis data dan mudah dijangkau oleh kebijakan Pemerintah”. Ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dari semua undangan yang hadir, dan berharap kolaborasi BPS dengan pihak PHRI dan pelaku usaha UMKM berjalan sukses serta sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026 ).
Didik






