Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemdes Danguk Bangun 8 Kolam Ikan


NGAWI, GARDA PUBLIK.CO – Pembangunan kolam ikan dan kolam pemancingan oleh desa adalah cara konkret untuk mendukung program ketahanan pangan lokal. Program ini bertujuan memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan protein hewani yang terjangkau, membuka peluang ekonomi baru, dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Kolam ikan dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau kelompok masyarakat untuk memastikan keberlanjutan dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga atau dijual.21/10

Pemerintah Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi juga saat ini tengah merealisasikan pembangunan 8 unit kolam ikan dan 2 unit kolam pemancingan sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2025. 8 unit kolam ikan dengan masing-masing ukuran 4 x 6 meter ini akan difungsikan untuk budidaya ikan lele dan ikan guramai, dan 2 unit kolam pemancingan dengan masing-masing ukuran 7 x 15 meter sebagai upaya menggabungkan aspek budidaya ikan dengan pengembangan wisata sebagai potensi ekonomi lokal.

Kegiatan pembangunan 8 unit kolam ikan ini didanai melalui anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 sebesar Rp164.000.000, yang mencakup pembangunan fisik kolam serta pengadaan bibit ikan. Sedangkan untuk pembangunan 2 unit kolam pemancingan dan 1 unit kantin, sumber dananya didapat dari Bantuan Keuangan (BK) khusus program desa berdaya dari Propinsi Jawa Timur, senilai Rp. 100.000.000,-

Pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan memanfaatkan sumber daya masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan warga dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan bulan Desember Tahun 2025 mendatang.

Saat meninjau pembangunan, Jum’at (17/10/2025), Kepala Desa Danguk (Hadi Sudarno, ST) didampingi Ketua BUMDes Danguk (Iswahyudi) mengatakan, jika pembangunan kolam ini merupakan langkah konkret pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis potensi desa. “Pembangunan kolam ikan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi desa dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami optimistis, kolam ini akan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut Kades. Danguk menjelaskan, bahwa kolam yang tengah dibangun ini nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Danguk. “Dengan pengelolaan yang dilakukan oleh BumDesa, kami harap ada kesinambungan dari program ini. Hasilnya nanti tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat desa,” katanya lagi.

Sementara itu, selaku Koordinator Tim Kerja (Riyanto) menambahkan, jika proses pembangunan ini dilakukan dengan melibatkan warga desa secara langsung, mulai dari pengerjaan hingga pengawasan. “Kami mengutamakan pendekatan partisipatif agar masyarakat merasa ikut memiliki dan turut serta menjaga keberlanjutan program ini, dan untuk waktu pembangunannya ditargetkan akan selesai pada pertengahan bulan desember mendatang,” jelasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Desa Danguk berharap mampu menciptakan model pembangunan berkelanjutan yang berpijak pada kemandirian lokal dan kolaborasi warga. (GP/Aay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *