NGAWI, GARDA PUBLIK.CO – Pavingisasi jalan desa adalah pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan atau jalan usaha tani di desa menggunakan paving block untuk memperbaiki aksesibilitas, kenyamanan, dan keamanan warga, serta meningkatkan mobilitas dan perekonomian desa. Proyek ini umumnya dibiayai melalui Dana Desa atau bantuan keuangan daerah, dengan tujuan memperlancar aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, dan menghubungkan desa dengan fasilitas umum lainnya.
Untuk membangunnya, tentu akan memerlukan metode efektif dalam perancangan agar diperoleh hasil yang terbaik dan ekonomis. Pada umumnya pembangunan jalan menggunakan aspal dan perkerasan beton. Namun demikian, Paving Block atau Conblock bisa menjadi alternatif lainnya. Paving block merupakan konstruksi yang ramah lingkungan dimana paving block sangat baik dalam membantu konservasi air tanah, pelaksanaannya yang lebih cepat, mudah dalam pemasangan dan pemeliharaan serta harganya terjangkau. Paving Blok mempunyai daya serap air yang baik sehingga menghindari munculnya genangan air di permukaan.
Seperti halnya Pemerintah Desa Sidokerto, paving block menjadi pilihan utama untuk Pembangunan Pavingisasi Jalan Desa di Dusun Samben 1 RT 05 RW 02 Desa Sidokerto Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi yang saat ini telah selesai proses pengerjaannya.
Proyek pavingisasi jalan disekitaran pemukiman warga dengan volume 2 x 124 m tersebut menelan biaya sebesar Rp 161.920.000,- (Seratus enam puluh satu juta Sembilan ratus dua puluh ribu rupiah) yang diserap dari Dana Desa (DD) Tahun Anggran 2025 dengan pelaksanaan pengerjaan selama 28 hari.
Dan diharapkan nantinya bisa mempermudah dan memperlancar aktivitas warga. Karena jalan yang sebelumnya berlubang dan tidak rata sangatlah tidak nyaman untuk dilewati oleh pengguna jalan. Sedangkan kenyamanan menjadi salah satu hal yang diinginkan masyarakat jika melewati jalan.
Kepala Desa SIdokerto (Juwandi) menjelaskan jika pembangunan jalan ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat dari berbagai sisi dan aspek. Masyarakat akan mendapatkan berbagai keuntungan dalam pembangunan jalan ini karena setiap aktivitas masyarakat tidak lepas dari jalan.
“Pembangunan insfratruktur desa memang saat ini belum maksimal, lantaran keterbatasan anggaran. Oleh karenannya, pembangunan dilakukan secara bertahap. Dan kepada warga setempat diminta untuk ikut menjaga dan merawat hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan agar manfaatnya bisa dinikmati secara terus menerus, baik bagi warga sekitar maupun masyarakat umum”, ujarnya. (GP/Aay)





