NGAWI, GARDAPUBLIK.CO – Jembatan merupakan alat penghubung antar dua wilayah yang terpisah oleh rintangan seperti sungai atau jurang,
sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas ke layanan penting (kesehatan, pendidikan, pasar), mendukung kegiatan ekonomi dengan mempermudah distribusi barang dan mobilitas masyarakat, serta mempererat interaksi sosial dan meningkatkan keselamatan.
Jembatan menjadi infrastruktur vital yang memangkas waktu tempuh dan mengurangi kesulitan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Pemerintahan Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi saat ini juga sedang melaksanakan pembangunan kembali jembatan lama di Dusun Tretek yang sudah rusak akibat termakan usia, melalui dua sumber dana, yakni dari pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2025 sebesar Rp. 116.435.000,00 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun anggaran 2025 senilai Rp. 31.194.000,00 dengan tujuan untuk mempermudah akses warga Dusun Tretek, khususnya yang barada diwilayah RT.04/RW.02 menuju ke tempat lain. Karena dengan kondisi jembatan yang rusak, terpaksa warga harus melewati jalur yang memutar untuk bisa sampai ke wilayah RT/RW lain, padahal sebetulnya ada jalur pendek namun terkendala oleh jembatan yang rusak.
Pembangunan jembatan bervolume 15,5 M x 2 m ini pelaksanaan pengerjaannya dilakukan dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat dan telah sesuai dengan perencanaan yang sudah tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang ada. Dan pengerjaan proyek tersebut telah selesai 100%, sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan serta dengan hasil yang maksimal.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Abdul Khoyum menerangkan jika pembangunan jembatan tersebut sudah menjadi prioritas Pemerintah Desa Jatipuro yang merupakan hasil usulan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) yang dilaksanakan pada tahun 2024.
“Dengan dibangunnya kembali jembatan penghubung tersebut, petani pada khususnya merasa sangat terbantu karena mobilitas pertanian diwilayah RT.04/RW.02 menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan sebelum dibangunnya kembali jembatan tersebut. Dan dengan adanya kemudahan ini pastinya akan memberikan dampak positif bagi warga dalam meningkatkan perekonomian terutama dibidang pertanian”, terangnya.
Di kesempatan yang sama Kepala Desa Jatipuro (Bambang Purwoko) berharap besar jika dengan terealisasinya pembangunan jembatan lingkungan ini nantinya dapat berdampak baik bagi warga desa setempat. Selain mobilitas pertanian menjadi lebih lancar, kesejahteraan dan perekonomian warga pun menjadi lebih meningkat. (GP/Aay).





