NGAWI, GARDA PUBLIK.CO – Budaya leluhur menjadi pondasi bangsa yang saat ini semakin tergerus
perkembangan zaman, terutama di perkotaan. Namun hal tersebut masih terjaga kelestariannya di
Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Sutrisno, S.Sos, selaku Sekdes.
sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kades. Sidorejo mengatakan, kegiatan selamatan bertujuan untuk
melestarikan budaya bergotong royong. Bersih desa ini merupakan sebuah tradisi tahunan
masyarakat Desa Sidorejo sebagai bentuk Bulu Bekti dari instropeksi diri sekaligus bersih-bersih
desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selamatan atau kenduri di dua sendang yakni, Sendang Arum di Dusun
Karang poh dan Sendang Bawuk di Dusun Tambak Watu tersebut merupakan kegiatan ritual
memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan kenduri atau nyadran ini
sebenarnya merupakan kegiatan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar arwah nenek
moyang dan para leluhur diampuni dosanya. Serta meminta keselamatan bagi masyarakat desa,
imbuhnya.
Selain itu menurutnya lagi, selamatan juga bisa dimaknai sebagai wujud dari rasa syukur
dan rasa hormat seluruh perangkat dan jajaran serta masyarakat desa pada umumnya. Artinya
mensyukuri segala nikmat yang ada dan menghormati cikal bakal atau seseorang yang telah
berfikir dan bertindak untuk mengawali kehidupan di Desa Sidorejo, melalui proses babad desa
atau pembukaan pemukiman baru. “Pada intinya kenduri ini untuk memohon keselamatan lahir
batin dan semua yang baik-baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat Desa Sidorejo,”
tegasnya.
Tak hanya itu, bersih desa ini merupakan pelestarian nilai-nilai budaya warisan leluhur
yang adiluhung. Pasalnya, setiap ritual yang dilakukan memiliki simbol, makna dan hikmah
kebaikan dengan tata cara seperti yang telah diajarkan oleh para sesepuh dan aji sepuh pendahulu
Desa Sidorejo. “Bagi masyarakat Desa Sidorejo kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang
sudah melegenda. Sehingga pada setiap pelaksanaan kegiatannya selalu hadir untuk mengikuti
prosesinya,” ungkap Sekdes.
Dikesempatan yang sama, Sri Darto, salah satu tokoh warga yang disebut-sebut siap maju
dalam kontestasi Pilkades serentak 2027 mendatang menambahkan, dengan tetap melestarikan
budaya dan tradisi Jawa bisa menjadi contoh tata kehidupan dalam berbangsa dan bernegara,
serta mampu mengembalikan jati diri sebagai orang Jawa. Karena menurutnya, menjunjung
nilai-nilai luhur dapat menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia,
manusia dengan alam dan manusia dengan sang pencipta. (GP/Aay)






