NGAWI, GARDAPUBLIK.CO – Tradisi Nyadran, sebagai bagian dari budaya Jawa, memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus modernisasi. Nyadran bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sarana untuk melestarikan nilai-nilai luhur, mempererat hubungan sosial, dan menjaga keharmonisan dengan alam dan leluhur.
Nyadran menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya Jawa yang khas, yang mengajarkan nilai-nilai luhur seperti rasa hormat kepada leluhur, gotong royong, dan kebersamaan, yang relevan dalam konteks kehidupan modern yang seringkali individualistis. Dan tradisi ini menjadi penanda jati diri masyarakat yang terus dilestarikan di Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi meskipun zaman berubah.
Kepala Desa Gempol, Mahfud Agus Hariyadi menerangkan jika Tradisi Nyadran sebagai kegiatan budaya dan keagamaan yang dilakukan masyarakat Jawa untuk menghormati leluhur, kini menghadapi tantangan modernisasi. Meskipun Nyadran terus dilestarikan, pengaruh modernisasi dapat dilihat dari perubahan makna, prosesi, dan partisipasi masyarakat. Karenanya masyarakat harus mampu menghadapi tantangan tersebut untuk menjaga tradisi Nyadran agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya asing.
Sudah menjadi hal yang pakem dan tidak dapat ditinggalkan di Desa Gempol, kegiatan Nyadran yang berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025 lalu juga menampilkan unsur budaya Langen Beksan. Kegiatan ini dilaksanakan pada malam harinya dirumah Kades. Gempol setelah kegiatan upacara adat Nyadran berupa wilujengan atau selamatan dilokasi punden dan sendang sebagai sumber mata air yang memberikan penghidupan bagi warga masyarakat Desa Gempol selesai dilaksanakan.
Gelaran budaya Langen Beksan yang dilaksanakan dirumah Kades. Gempol juga dihadiri oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa Gempol, Babinsa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Masyarakat Desa Gempol serta sejumlah pegiat kesenian dan budaya. Kegiatan ini dilaksanakan selama semalam sebagai acara puncak tradisi Nyadran atau Bersih Desa Gempol.
Tradisi Nyadran memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas nasional di tengah modernisasi. Dengan menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung didalam-nya dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
(GP/Aay)






