Dituding Tak Sesuai Spesifikasi Teknis, Jalan di Desa Werasari Malausma Majalengka Hancur dan Ditumbuhi Rumput

Gardapublik.co || Majalengka. Proyek pengaspalan jalan di Desa Werasari, Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka Jawa Barat, yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu yang lalu, kini menjadi sorotan. Pasalnya jalan tersebut dilaporkan sudah rusak parah dan ditumbuhi rumput liar

Informasi ini diperoleh dari dokumentasi video yang dikirimkan oleh narasumber terpercaya melalui aplikasi pesan singkat. Video tersebut menunjukkan jalan yang hancur, berantakan, dan ditumbuhi rumput. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.

Bacaan Lainnya

Narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek ini sejak awal tidak transparan. “Tidak ada papan informasi proyek, anggaran tidak dijelaskan secara terbuka, dan ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) desa juga tidak diberdayakan dalam proses ini. Ini jelas-jelas pelanggaran,” ujarnya pada Senin (30/12/2024)

Dia meminta agar inspektorat dan Aparat Penegak Hukum segera memeriksa dan menindaklanjuti termuan tersebut. Dia menduga adanya pengerjaan yang asal-asalan dan indikasi korupsi dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2024

Kepala Desa Werasari, Dede, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/12/2024), menyarankan untuk berkoordinasi dengan ekbang (pamong desa) sekaligus pelaksana proyek, Atep.

“terkait proyek pengaspalan tersebut silahkan bapak untuk kordinasi sama pak ekbang, kebetulan rumahnya ada di Majalengka. Karena team pelaksananya adalah pak ekbang tar dikasihkan nomor kontaknya” ujar kades seolah lepas tanggung jawab

Tak lama kemudian, Atep menghubungi awak media. Menurutnya, proyek tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp250 juta dari Dana Desa tahun 2024 untuk mengaspal jalan sepanjang 700 meter dengan metode lapen. Waktu pengerjaan di bulan Juli dan sampai sekarang sudah hampir 5 bulan

“Sejak awal, kami sudah memprediksi kondisi seperti ini karena jalan jarang dilalui kendaraan. Kami memohon agar masalah ini tidak diberitakan dulu,” kata Atep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *